Wednesday, January 27, 2016

*Ken

(Menunggu senja. Source: www.hypnotherapists.org.uk)
Ken, maafkan, jika aku mengajak Jingga, malaikat kecil kita, berkeliling menyusuri lagi, tempat-tempat yang sering kita singgahi dulu. Aku sengaja membawanya, sekedar tuk pastikan, bahwa sebagian ragamu, memang ada bersamaku, Ken!

“Ma, kita mau jalan kemana lagi”, tanya Jingga dengan ekspresi bingung, ketika aku mengajaknya pagi ini.
“Kita pergi ke tempat indah, dimana papa dan mama dulu sering singgah, nak!” sahutku.

Kulihat raut wajah Jingga agak berubah. Ia mencoba menyerap makna dari kata-kataku tadi. Setelah itu ia tak bertanya lagi. Ia memilih diam. Lalu, kugenggam tangan mungilnya. Kami pun melangkah.

Thursday, January 21, 2016

Pohon Tua Bersandar


(Pohon tua. Source: https://upload.wikimedia.org)
"bebatuan akar belukar,
dan debu yang terbang liar,
badan pohon tua bersandar,
tandus bukit tak bernama,
isak tangis cakrawala,
tanganmu enggan menyentuhnya"

...
Beberapa hari terakhir, keinginan untuk menulis sepertinya terus membuncah. Tapi nulis apa ya? Hingga detik-detik terakhir, tetap gak ada ide. Kebayang dunk? Mau nulis, tapi gak tahu harus menulis tentang apa? Namun uniknya, energi potensial yang tersimpan betul-betul sudah memuncak. Bak menunggu waktu. Tinggal meledak, jadilah ia energi kinetik. Energi yang siap menggerakkan dan digerakkan untuk tujuan tertentu.

Kondisi seperti itu betul-betul menyiksa, kawan. Sebuah keadaan kontradiktif. Bertentangan satu dengan lainnya. Gak jelas. Kondisi yang sejatinya jarang terjadi. Satu sisi ingin menulis, namun di sisi lainnya, bingung mau memulai dari mana? Bingung idenya tentang apa? Bingung harus membahas topik apa? Padahal sebelumnya, jika terbersit ide, maka dengan gampang saya menuliskannya. Mengalir begitu saja. Namun kali ini, tidak. Serasa sulit. Bukan serasa lagi, tapi benar-benar sulit. Hiks!

Wednesday, January 13, 2016

*Gurat Asa



Melangkah menggengam kerinduan 
Kelana jalan panjang dunia 
Jubah tlah lama ku tanggalkan 
Riang dan sunyi aku telanjang 

Seratus jurang tlah kujatuhi 
Ditikam badai hujan belati 
Seribu duka tlah ku tangisi 
Ragam cerita kusudahi 

Kuyakin lelah kan berpulang 
Dimana tangan membentang 
Mengembara mencari jalan pulang 
Mendaki rintangan 

Tapi ku takkan tumbang 
Masih ku kobarkan cinta 

Pada Hidup 
Pada Waktu Tak Berujung 
Padamu 

Berlayar diluas lautan, 
Tersesat, kandas, memberi makna
Kuyakin lelah kan berpulang 
Dimana tangan membentang 
Mengembara mencari jalan pulang 
Mendaki rintangan 

Sunday, January 10, 2016

*Kekuatan Kasih

(Ilustrasi, sumber: http://pre09.deviantart.net)
Alkisah hiduplah seorang gadis periang bernama Adara Fredella Ulani, kerap dipanggil "Dara" di Pulau Banda Neira. Banda Neira sendiri merupakan salah satu pulau kecil yang berada di Kepulauan Banda, Maluku. Dulunya pulau itu terkenal akan kekayaan rempah-rempahnya yang melegenda hingga ke mancanegara. Dan Dara telah begitu akrab dengan pulau itu.

Sejak kecil, Dara hidup dengan curahan cinta kasih kedua orangtua yang berlimpah-limpah. Hidupnya mulai berubah, ketika secara tak sengaja bertemu pria lucu di sekolahan (baca: SMA). Belakangan, pria itu mencuri perhatiannya lewat pola pikirnya yang anti mainstream.

ANTARA - Lingkungan

Climate Change News - ENN