JAKARTA - Penghuni Gaza saat ini menyebut dirinya sebagai bangsa Palestina, yang sejatinya merupakan keturunan dari komunitas Arab dari wilayah Levant.
Wilayah Levant atau dikenal sebagai Syam dalam tradisi Arab, merujuk pada wilayah geografis dan budaya yang luas di pesisir timur Laut Mediterania. Secara etimologi, nama ini berasal dari bahasa Prancis lever yang berarti "terbit," merujuk pada tanah di mana matahari terbit dari perspektif Eropa.
Secara modern, cakupan wilayah ini meliputi negara-negara di antaranya: Lebanon, Suriah, Yordania, dan Israel. Bahkan terkadang mencakup Siprus, bagian selatan Turki, dan Semenanjung Sinai di Mesir.
Mereka yang mendiami Gaza bukanlah keturunan langsung suku Filistin kuno. Catatan sejarah menyebut Filistin adalah bangsa pendatang dari Kreta/Aegean (ras Eropa). Suku Filistin diketahui telah lenyap sebagai entitas bangsa terpisah setelah ditaklukkan kekaisaran Romawi kuno dan asimilasi budaya berabad-abad lalu.
Penghuni Gaza saat ini mayoritas adalah warga Palestina, yang secara etnis dan linguistik merupakan bagian dari bangsa Arab-Timur Tengah. Saat ini, wilayah Gaza dikelola secara de facto oleh Hamas, dengan situasi kontrol yang sangat ketat dan lebih sering berkonflik.
Sementara itu, asal-usul Suku Filistin (Philistines) awal berdasarkan studi arkeologi dan genetika, diketahui sebagai bangsa pendatang dari Laut Tengah. Kemungkinan besar dari Pulau Kreta atau Aegean (ras Eropa), yang menguasai pantai barat daya Kanaan pada abad ke-12 SM.
Keberadaan Suku Filistin saat Ini dipastikan sudah tidak ada lagi. Setelah dijajah berturut-turut oleh Asyur, Babel, Persia, dan Yunani, mereka terasimilasi dengan populasi lokal dan kehilangan identitas uniknya sebagai kelompok etnis.
Secara politik, bangsa Filistin berhenti eksis setelah serangan Nebukadnezar II pada tahun 604 SM. Secara budaya, identitas mereka benar-benar hilang sepenuhnya pada zaman Alexander Agung (332 SM) karena mereka telah sepenuhnya menjadi "orang Yunani" atau bercampur dengan bangsa-bangsa Semit di sekitarnya.
Berdasarkan catatan sejarah, kaitan nama Palestina memang berakar dari Peleset (istilah Mesir kuno untuk Filistin). Hanya saja secara biologis dan sejarah, penduduk Arab Palestina modern tidak berasal dari bangsa Filistina Eropa tersebut.
Sehingga, klaim bahwa penduduk Gaza saat ini adalah keturunan suku Filistina dari masa lampau adalah keliru secara sejarah dan genetika. (*)
:quality(100)/photo/2024/01/05/semiramis-and-nebuchadnezzar-bui-20240105060127.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar