Saturday, December 24, 2016

Ketika Natal menjadi...

(source: http://www.thecultureconcept.com)

Perkecillah dirimu,
Maka kau akan tumbuh lebih besar dari dunia.
Tiadakan dirimu,
Maka jatidirimu akan terungkap tanpa kata-kata
--Jalaludin Rumi


Natal!
Natal kali ini agak berbeda, karena tiba-tiba saja, duo folk “Banda Neira” akhirnya sepakat bubar, bertepatan dengan momen Natal. Edan gak tuh??? Mendengar itu saya sedih. Sesuatu yang tidak saya suka, karena Banda Neira, salah satu grup indie-folk kesukaan saya. Favorit abis! Gaya bermusik dan lirik-lirik mereka sungguh luar biasa, demikian pandangan personal saya. Maaf, jika agak lebay. *Hiks...

Wednesday, December 07, 2016

*Selalu Ada|

 
(source: http://wefollowpics.com)
Ajari aku membaca hujan,
agar aku mampu membaca air.
Ajari Aku mendengar angin,
agar aku sanggup mendengar.
Lirih cerita dibalik bahana,
Suaramu!

*** 
“Ya, aku tahu jika aku selalu ada”

Sebagaimana yang pernah kau ungkapkan. Saat itu, di minggu pagi yang mendung. Tepat ketika hujan telah berhenti dan semburat merah menyeruak di ufuk timur. Begitu bangun, aku membuatkan minuman hangat. Coklat panas kesukaanmu.

“Ruy, bangun!”
“Nih, minumanmu sudah siap. Minumlah, mumpung masih hangat”, seruku.

Saturday, November 19, 2016

Riau Bosan Kabut Asap & Kebakaran

(Kebakaran hutan/lahan di Riau. Sumber: http://blog.act.id)
Tahun 2015 menjadi tahun yang sangat memprihatinkan bagi bangsa Indonesia. Beberapa provinsi dilanda kebakaran hutan dan lahan. Dampaknya sangat luar biasa. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akhirnya menjadi perhatian, tidak saja oleh pemerintah namun juga dunia internasional.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut luas area kebakaran huan dan lahan pada tahun 2015 setara dengan 32 kali wilayah Provinsi DKI Jakarta atau 4 kali Pulau Bali. Tak hanya itu, data satelit Terra Modis per 20 Oktober lalu memperlihatkan total hutan dan lahan yang terbakar sudah mencapai 2.089.911 hektare.

Sejauh ini, Riau menjadi provinsi yang dilanda Karhutla setiap tahunnya. Saking seringnya, tahun 2015, provinsi itu merayakan ulang tahun ke-18 terjadinya bencana Karhutla dan bencana kabut asap. Pada tahap ini, kondisinya sudah sangat menghkhawatirkan.

Sunday, October 16, 2016

Ahok diantara jerat panjang nan berduri

(Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Sumber: http://seword.com)

"Menyalahkan orang lain atas ketidak bahagiaan yang kau ciptakan sendiri ialah selemah-lemahnya iman..."
~Mpok Juleha, 27 tahun, sosialita legging macan

Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok" Tjahaja Purnama akhirnya meminta maaf terkait pernyataannya soal Surat Al Maidah ayat 51. Permintaan maaf itu ia sampaikan di hadapan sejumlah wartawan yang telah mununggunya di Balai Kota, pasca berkembangnya polemik yang dianggap membuat gaduh umat Islam. 

Belakangan banyak yang menyebut upaya minta maaf itu, tak lain atas usulan Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDIP) dan Presiden Jokowi. Kendati demikian, hanya Ahok dan Tuhan yang tahu. Dan yang pasti Ahok sudah meminta maaf.

Saturday, October 08, 2016

Ramanujan dan cinta yang bergelora

(Srinivasa Ramanujan, ahli matematika asal India. Sumber: www.ramanujanitcity.com)
While asleep, I had an unusual experience. There was a red screen formed by flowing blood, as it were. I was observing it. Suddenly a hand began to write on the screen. I became all attention. That hand wrote a number of elliptic integrals. They stuck to my mind. As soon as I woke up, I committed them to writing.
-Srinivasa Ramanujan

Kemarin malam, disela-sela waktu yang terbatas, saya menyempatkan diri menonton The Man Who Knew Infinity di internet. Selidik punya selidik, film berdurasi 1 jam 48 menit itu ternyata baru dirilis pada 29 April lalu. Artinya, film tersebut masuk kategori fresh alias film baru, demikian akal sehat saya membagi sebuah film berdasarkan waktu rilisnya.

Bagi sutradara, Matthew Brown, film The Man Who Knew Infinity merupakan “biopic” tentang tokoh bernama Srinivasa Ramanujan, ahli matematika asal Madras, India yang akhirnya bergabung dengan Trinity College Cambridge pada Perang Dunia I, lewat anjuran GH Hardy, seorang berpengaruh di universitas itu.

Sunday, October 02, 2016

Bukan Sekedar Kata "Maaf"

(Ilustrasi 1965. Sumber: www.indeksberita.com)

“History repeats itself, first as tragedy, second as farce.”
- Karl Marx 

Baru saja, tanggal 30 September berlalu. Sebuah tanggal yang menjadi catatan kelam dalam sejarah bangsa ini. Tanggal yang dianggap keramat, sehingga membicarakannya pada masa itu (baca: tahun 1965) bisa berbuntut panjang. Takut dianggap terlibat dengan Gerakan 3o September (G30S) yang katanya didalangi PKI, meskipun pembuktiannya masih sumir.

Tahun ini menjadi peringatan ke-51 terjadinya peristiwa G30S yang telah membawa penderitaan besar bagi warga negara Indonesia. Bagi mereka yang dituduh terlibat PKI sehingga harus dibunuh atau berujung pada pemenjaraan tanpa proses peradilan. Pun tak sedikit yang harus di buang ke Pulau Buru.

Wednesday, September 28, 2016

Dia yang duduk di pojokan

(Ilustrasi pojokan. Sumber: www.cringel.com)
Meretas asa dalam diam
Membisu tak bersuara,
di pojokan relung tanpa dinding
Ada yang terus melaju
Mengejar mimpi diantara debu
Berserakan!
-- Simpang Kiri Jalan

Sudah tak terhitung berapa kali ia duduk terpaku di pojokan itu. Di malam-malam panjang tak bertepi. Sebuah pojokan yang dibelakangnya berdiri tembok kokoh menjulang dan di kanannya terdapat pagar pembatas setinggi dada. 

Uniknya, dari dinding itu, kerap terdengar suara-suara aneka rupa, dalam resonansi tak simetris. Yang kadangkala longitudinalnya lebih panjang dari gelombang tranversalnya. Terkadang jadi agak mengganggu. Ehm... Memang mengganggu sih! Apalagi jika si monyet belum beranjak! 

Sunday, September 25, 2016

Karena Pilkada DKI Ibarat Sebuah Festival

(Foto wefie pasangan cagub & cawagub DKI 2017. Source: @aniesbaswedan IG)
“Kita itu bersahabat dalam artian, sebernarnya kita kenal baik, berkawan. Kita ingin tunjukkan ini adalah festival gagasan, karya dan rencana. Ini bukan arena pertempuran, ini arena kita memilih. Kita harus merayakan demokrasi ini dengan gembira,” 
-Anies Baswedan

Ada yang berbeda yang ditampilkan oleh pasangan calon (paslon) yang akan berlaga di Pilkada DKI 2017 nanti. Perbedaan itu terlihat ketika para pasangan calon kompak melakukan foto bersama yang dilakukan secara mandiri (baca: wefie). Foto bersama itu dilakukan di sela waktu pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, Jakarta Pusat, pada Sabtu (24/9/2016).

Menurut saya, foto yang kemudian viral di beragam media sosial itu telah memberi banyak pelajaran berharga. Pelajaran yang jarang dipertunjukkan oleh para kandidat sebelumnya yang akan berlaga di pilkada. Pelajaran tentang sebuah kekompakan.

Saturday, September 24, 2016

*Kita|

(source: https://pixabay.com)
...
Aku nggak tahu cerita ini akan membawa kita kemana.
Seperti juga aku, hanya melihat yang tak ada,
kala coba meregang mata dalam kegelapan hari nanti.

Semua hanya akan semakin sulit.
Saat kesadaran utuh itu menolak tuk terus berusaha,
mengabaikan realita yang ada.
Menganggapnya tak bisa, 
bahkan tuk sekedar dibicarakan.

Dan, kita memilih diam!
Menjalani waktu yang kelak jadi belati.

Atau, mengurai kisah yang harganya kelak,
tak akan ternilaimu dan aku

Kita tak tahu...

Bodohkah untuk terus berjalan,
menuju tak satu pun tempat.
Ataukah kita bijak tuk berani mengakui,
yang ada lalu menikmatinya?




(180702)

Sunday, September 18, 2016

Vivian Maier, Fotografer Terlupakan

(Self Portrait Vivian Maier. Source: www.vivianmaier.com)
Well, I suppose nothing is meant to last forever. We have to make room for other people. It’s a wheel. You get on, you have to go to the end. And then somebody has the same opportunity to go to the end and so on.” 
– Vivian Maier

Menonton film dokumenter? Rasa-rasanya sudah lama saya tidak melakukannya. Namun, sejak seorang teman mengusulkan agar saya bersedia menonton “Diving into unknown”, sekira sebulan lalu, gairah terhadap film-film dokumenter kembali membuncah.

Oh ya, film Diving into Unknown menurut saya cukup menarik dan layak ditonton, utamanya bagi mereka yang baru tertarik dengan dokumenter, termasuk komunitas diver. Film tentang evakuasi jenazah penyelam dari kedalam 130 meter dibawah air itu akan memberi perspektif baru tentang keindahan dunia bawah air dan bahaya yang mengancam. Dua entitas yang bersatu dan siap mengaduk rasa keingintahuan dan kepekaan penonton.

Saturday, September 10, 2016

Gulagalugu, Folk Rasa Indonesia

(Ilustrasi musisi folk. Sumber: www.djarumcoklat.com)
Lihat-lihat nelayan rentang jala pukat 
Tarik-tariklah tambang... 
umpan sudah lekat 
(Ikannya melompat-lompat) 2x 
riang riaaa… 
-Gulagalugu Suara Nelayan, Leo Kristi

Beberapa hari terakhir ini, aura “Sanggar” kembali menggema, pasca terbentuknya grup Whatsapp Anggota Luar Biasa (ALB) Parintal FP USU. Jujur saja, bagi saya, aura sanggar telah lama menghilang, setidaknya sejak meninggalkannya puluhan tahun silam. Padahal, sanggar turut andil membentuk karakter saya, menjadi pribadi yang tangguh, peduli dan lebih dewasa dalam menyikapi persoalan.

Sanggar menurut KBBI daring disebut sebagai tempat untuk kegiatan seni seperti; tari, lukis, dan sebagainya. Namun bagi kami (baca: anggota Mapala Parintal FP USU), sanggar merupakan tempat berkumpul, bersenda gurau, berdialektika dan berkreasi. Sanggar juga menjadi rumah kedua. Tentu saja, karena tak terhitung banyaknya malam-malam panjang tak tentu arah yang kami habiskan disana.

Sunday, August 28, 2016

Ketika Domus Bertemu Karang

(Seorang relawan menempelkan bibit karang ke Domus Musculi. Foto: jacko agun)
“Dengan menghadirkan karya seni di laut, sebenarnya saya ingin meluhurkan laut, supaya kita tidak lagi memunggungi laut. Karena sampai sekarang, banyak orang kalau buat rumah, belakangnya laut dan depannya selalu menghadap ke jalan. 
-Teguh Ostenrik, seniman

Mentari tak lagi malu memancarkan kilaunya, ketika saya dan sepeda motor butut tiba di dermaga Ancol. Jujur, sinarnya mulai membuat gerah, pertanda cuaca akan cerah, setidaknya hingga siang hari nanti. Dan pagi itu merupakan waktu yang pas menuju laut.

Usai memarkir motor, saya bergerak ke dermaga 19 yang letaknya tidak begitu jauh. Di dermaga itu, teman-teman voluntir (relawan) bersama sejumlah pengurus Yayasan Terumbu Rupa (YTR) telah berkumpul. Mereka juga masih menunggu kedatangan relawan lain, sebelum memutuskan berangkat ke Pulau Sepa, Kepulauan Seribu.

Saturday, August 20, 2016

Yup, Indonesia Layak Diperjuangkan, Kawan!

(Pejuang Kemerdekaan RI. Foto: Jacko Agun)
“Indonesia tidak sempurna, namun layak diperjuangkan.”
— Pandji Pragiwaksono, Anak Muda Indonesia

Beberapa hari lalu, tepatnya sebelum peringatan HUT ke-71 Republik Indonesia bergelora di seluruh pelosok negeri, saya sudah berniat menulis sesuatu. Menorehkan catatan bertema seputar kemerdekaan, kebangsaan, nasionalisme atau tentang bagaimana bangsa ini memaknai hari jadinya yang terus meringsek maju. Namun apa daya, tak ada energi yang muncul, meskipun ide-ide di otak terus berkecamuk siap dihubungkan satu dengan yang lainnya.

Ibarat mahkluk hidup, 71 tahun merupakan waktu yang berbicara tentang kedewasaan. Sebuah kondisi dimana tingkat kematangan, baik psikis (kejiwaan) maupun usia tak diragukan lagi. Sebuah era, dimana aneka persoalan harus dihadapi dengan pendekatan yang berbeda. 

Caranya, lewat pemaknaan, lewat pola pandang hingga mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki lalu mengarahkannya menggunakan perspektif peluang. Artinya, di kondisi apapun, peluang harus diciptakan agar bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. Bukan dengan menyerah kalah atau mengutuki diri lalu bersungut-sungut.

Thursday, August 11, 2016

KLHK Menang Banyak

(Petugas sedang memadamkan kebakaran lahan di Riau. Sumber: http://riaubook.com)
Kamis (11/8) sore seorang teman mengabarkan berita gembira tentang kemenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melawan PT National Sago Prima (NSP) dalam kasus kebakaran hutan Riau tahun 2015. Walaupun terdapat dissenting opinion dari hakim anggota, hal itu tidak mempengaruhi isi putusan. 

Dalam postingannya, teman itu menyebut KLHK “menang banyak” ketika Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menghukum PT NSP untuk membayar sebanyak Rp 1,040 triliun atas kekalahan tersebut.

“Just info... KLHK menangggg banyakkk.”, ujarnya.

Saturday, August 06, 2016

Pliz, Polri Jangan Resisten!

(Haris Azhar, Koordinator KontraS.Foto: ist)

Jika kita takut, maka kita bodoh.
Jika kita bodoh, maka kita gampang diinjak-injak.
Kita tidak akan lebih dari kulit pisang.
~Haris Azhar/Koordinator KontraS

Jumat dini hari (29/7) saya mendapat informasi yang beredar terbatas di kalangan jurnalis terkait tulisan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar. Postingan Haris yang beredar di grup Whatsapp itu menyoal keterlibaan aparat dalam jaringan gembong narkoba Freddy Budiman yang telah dieksekusi pada 28 Juli lalu, sebagai bagian dari eksekusi mati tahap tiga.

Jujur, saat membaca tulisan itu, saya terhenyak. Tentu saja, karena postingan Haris berpotensi membuat banyak institusi gerah dan bakal bereaksi keras. Tak menunggu lama, dugaan saya terbukti. Tiga lembaga, yakni Polri, BNN dan TNI melaporkan Haris Azhar dengan tuduhan pencemaran nama baik lewat UU ITE.

Saturday, July 23, 2016

David Doubilet, Pecinta Laut Sejati

(Masyarakat nelayan di Teluk Kimbe, Papua Nugini. Foto: David Doubilet)
Without photography, the world beneath the ocean’s surface would remain an unseen mystery for most of us. Thank goodness for David Doubilet. 
- Becky Harlan, author for National Geographic

Sebagai penggemar fotografi, saya takjub dengan karya-karya fotografer handal, berbakat nan berbahaya. Sebagai bentuk apresiasi, secara tak sengaja, saya menghafal nama-nama mereka, baik fotografer lokal maupun mancanegara. Lewat visual dua dimensi (baca: foto) yang tercipta, saya kerap terkesima. Selanjutnya, menyusuri setiap detil fotonya.

Yup, sebuah foto ternyata mampu membangkitkan rasa berkesenian. Menancap lebih dalam, ketimbang melihat visual bergerak seperti video, meskipun framing yang ditampilkan cukup apik. Sebuah foto mampu memberi nuansa yang berbeda karena ada makna/ pesan yang disampaikan.

Thursday, July 21, 2016

Lagi, DPR Kecewakan Rakyat!

(Hasil voting pemilihan komisioner KPI di DPR. Source: medsos)
“Kalau saya tdk terpilih jd anggota KPI itu berarti orang seperti saya tidak cocok dg iklim dan struktur ind penyiaran serta lingk politiknya”
-@ignharyanto

Kemarin malam grup whatsapp yang saya ikuti ramai dengan kabar mengejutkan tentang uji kepatutan dan kelayakan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang dilakukan oleh Komisi I DPR di ruang Komisi I DPR, pada Selasa (19/7) malam.

Dari total 27 kandidat, hasilnya didapati 9 nama komisioner KPI yang dipilih melalui proses voting dan dilaksanakan secara tertutup. Kesembilan komisioner itu akan bekerja untuk periode 2016-2019.

Sunday, July 10, 2016

Tax Amnesty, “Shock Theraphy” bagi Singapura

(Ilustrasi Tax Amnesty. Source:http://yumtoyikes.com) 
"Kita sosialisasi secara gencar tidak hanya di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Medan, muter. Termasuk di luar negeri. Sosialisasi harus massif untuk menjelaskan bahwa amnesty pajak ini untuk kepentingan jangka panjang. Karena, tax base (basis pajak) kita jadi lebih besar, income tahun depan, ke depannya, dan ke depannya lagi makin besar," 
-Presiden Jokowi, Senin (4/6/2016).

Ditengah upaya menggenjot penerimaan negara dari sektor perpajakan, pemerintah terus melakukan sejumlah terobosan. Yang teranyar adalah kebijakan Tax Amnesty (baca: pengampunan pajak) yang telah disetujui DPR dan mulai dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 1 Juli 2016. Program pengampunan pajak sejatinya akan berlangsung hingga Maret 2017.

Untuk jangka menengah, tax amnesty memang bertujuan memenuhi kebutuhan dana infrastruktur yang nilainya Rp 4.900 triliun dalam 5 tahun, sementara APBN hanya bisa memenuhi Rp 1.500 triliun. 

Tuesday, July 05, 2016

Ketika Ramadan dan Mudik Jadi Satu, itulah Indonesia!

(Ilustrasi Mudik. Source: http://bicaramobil.com)

“Tuhan pasti sedang tersenyum ketika Indonesia dilahirkan”
-Simpang Kiri Jalan

Sebulan sudah umat muslim di seluruh dunia menunaikan kewajibannya untuk berpuasa. Selama sebulan penuh harus menahan lapar dan dahaga. Pun, menahan hawa dan nafsu dengan mendahulukan kewajiban.

Bagi saya, menahan hawa nafsu memang bukan perkara mudah. Saya yang tidak berpuasa, masih sulit mengendalikan hawa nafsu, khususnya ketika banyak hal mulai mengganggu kemampuan berpikir. Sementara bagi teman-teman yang berpuasa, beban itu sedikit banyak akan berpengaruh seiring kemampuan tubuh yang tidak maksimal, demikian penilaian subjektif saya. Dan saya yakin, Ramadan menjadi momentum yang pas untuk mengendalikan hawa nafsu.

Sunday, July 03, 2016

Navicula; Jurnalisme Bermusik

(Video Musik "Kartini" Navicula)

Ada nggak ada uang, terkenal nggak terkenal, masuk majalah Rollingstone atau masuk majalah Liberty, rekaman di Hollywood atau rekaman di kandang babi, kami memang akan terus main musik. Ini adalah hobi, ini adalah kegemaran, ini adalah asupan nutrisi untuk jiwa kami… Ya, ini adalah hidup kami. 
-Gede Robi, Vokalis Navicula

Mei 2016 merupakan 20 tahun berkiprahnya Navicula di belantara musik Indonesia. Band Indie asal Bali itu telah memberi warna berbeda yang sulit dicarikan padanannya dengan band-band rock saat ini, demikian penilaian subjektif saya. Lirik-liriknya sarat pesan aktivisme (lingkungan, sosial dan HAM) dan semangat tentang damai, cinta dan kebebasan.

Navicula (bahasa Latin) yang artinya kapal kecil, diambil dari nama sejenis ganggang emas bersel satu, --berbentuk seperti kapal--, kini sedang menghadapi “Samudera” yang terus bergelora. Samudera itu adalah industri musik yang penuh perubahan. Penuh dinamika.

Friday, July 01, 2016

*Psychedelic|

(Ilustrasi Psychedellic. Source:https://s-media-cache-ak0.pinimg.com) 
“I was tired of pretending that I was someone else just to get along with people, just for the sake of having friendships.” 
― Kurt Cobain

Beberapa malam lalu saya menonton film dokumenter berjudul Kurt Cobain: Montage of Heck, yang mengisahkan perjalanan hidup seorang Kurt Cobain, vokalis band grunge Nirvana yang meninggal pada usia 27 tahun. Bagi saya film itu sangat bermakna, karena memberi banyak pelajaran penting. Salah satunya, karena film itu mengandung Psychedelic yang sangat kuat.

Film besutan sutradara Brett Morgen itu mendekati sempurna, menurut saya. Betapa tidak, Kurt Cobain: Montage of Heck menjadi film dokumenter pertama yang berkisah tentang kehidupan Kurt Cobain yang mendapat 'restu' dari keluarga dan ahli waris. Pun semuanya original dengan latar suara asli Kurt Cobain.

Sunday, June 26, 2016

*(bukan) Best Friend|

(iluistrasi, source: http://s8.favim.com)

Bersahabat itu, tak gampang.
Perlu saling percaya,
perlu kejujuran.
Bersahabat itu mengalir lepas.
Pun, tak melulu bersikap manis.
Tak harus semua orang tahu.
Bersahabat itu perlu perkelahian.
Juga tak butuh pujian.
Bersahabat itu, 
--jadi diri lo sendiri aja.

Saturday, June 25, 2016

Brexit, hiks!

(ilustrasi Brexit. Source: http://s1.ibtimes.com)

"By working together in Europe we make our economy stronger and we give ourselves more influence in the world and we provide future opportunities for young people”
Stephen Hawking, physicist 

“No man is an island. No country by itself” 
Daniel Craig, Actor 

If one more person tells me voting Remain is for the rich: WHO WILL SUFFER IF THE EXPERTS ARE RIGHT AND 100K JOBS GO AND WELFARE IS SLASHED?
J.K Rowling, The Harry Potter author

Tuesday, June 14, 2016

*Malam yang Lingsir

(ilustrasi saja. Source: http://7-themes.com)
Pada malam yang lingsir, ketika jalanan di depan rumah berubah hening pasca-ditinggalkan para penggunanya, aku tiba dengan gagah yang tlah sirna. Ya.., aku baru saja kalah bertarung melawan naga dan ular sanca.

Sebelum masuk, kutebar pandang sejenak. Kutemukan, agak menjorok di sebelah kanan, tepat dibawah temaram lampu jalan, di depan kios yang tertutup rapat, dua tiga orang berkumpul. Di depan mereka ada 2 sepeda motor. Mereka terlibat pembicaraan serius, sepertinya. 

Monday, June 13, 2016

Pesona Everest Masih Sama

(Eric Arnold di puncak Everest. Source: http://media.santabanta.com)
Pada 2 Juni lalu, saya mendapat kiriman newsletter dari imel ng@e.nationalgeographic.com. Seperti biasa, informasi yang mereka share masih terkait aktivitas petualangan alam bebas dari seluruh dunia. 

Berbeda dengan situs resminya, newsletter yang di link ke laman adventureblog.nationalgeographic.com itu kebanyakan ditulis oleh para anggota tim yang memang ikut di ekspedisi tersebut. Tak heran jika gaya menulisnya sangat luwes dan suka-suka, namun tetap rapi sesuai kaidah penulisan pada umumnya. Karena yang mereka tulis merupakan pengalaman pribadi, banyak yang mengkategorikannya sebagai blog. 

Sunday, June 12, 2016

Nurani diantara ironi yang berserakan

(Kicauan Dwika Putra terkait donasi yang berhasil dikumpulkan. source: @dwikaputra)

Minggu (12/6) pukul 10.05 WIB, Dwika Putra, seorang netizen mengabarkan jika donasi yang digagasnya telah mencapai 265 juta rupiah. Selanjutnya, donasi yang terkumpul akan diberikan kepada Saeni dan beberapa penjual nasi lainnya yang menjadi korban razia Satpol PP di Serang, Banten, beberapa hari lalu (Jumat, 10/6).

“Dengan total 2.427 (Dua Ribu Empat Ratus Dua Puluh Tujuh) donasi, total yang terkumpul adalah Rp 265.534.758”, kicau Dwika lewat akun twitter pribadinya @dwikaputra. 

Thursday, June 09, 2016

Demi Laut Yang Sehat!

(source: https://scontent.cdninstagram.com)
Sehari lalu, lewat microblogging twitter saya jadi ingat tentang World Ocean Day atau Hari Laut Sedunia yang jatuh setiap 8 Juni. Lewat twitter pula saya mengetahui bahwa tagar #HariLautSedunia sempat bertengger di posisi teratas sebagai trending topik yang paling banyak dibicarakan oleh netizen.

Pada hari itu, banyak netizen memberi ucapan sembari mengingatkan tentang pentingnya menjaga kelestarian laut dan ekosistemnya. Pasalnya, kondisi laut saat ini memang jauh berbeda jika dibandingkan dengan beberapa dekade sebelumnya.

Tuesday, June 07, 2016

Pliz, Jangan Latah Soal Neoliberalisme!

(Source: http://www.geo.coop)
Beberapa waktu lalu, dalam pidato di acara simposium anti-PKI hari kedua, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan hal yang berbahaya bagi Indonesia saat ini, yakni kehadiran ideologi neoliberalisme.

"Saya ingatkan kebangkitan PKI bukan hanya dilihat di permukaan, tapi di bawah permukaan. PKI berbahaya, tapi yang lebih berbahaya neoliberalisme," ujar Gatot seperti dikutip dari detik.com, Kamis, 2 Juni 2016.

Sunday, June 05, 2016

*Go Wild for Life

(source: http://www.wed2016.com)
Setiap tahun, Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni selalu diperingati oleh semua negara, termasuk para aktivis dan pemerhati lingkungan di seluruh dunia. Beragam acara digelar pada hari yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global agar mengambil tindakan positif bagi perlindungan alam dan planet Bumi. 

Selain itu, Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan instrumen penting yang digunakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran tentang lingkungan yang lebih baik serta mendorong perhatian dan partisipasi secara politik di tingkat dunia. Harapannya akan terwujud pemanfaatan sumberdaya alam yang berkelanjutan, dan gaya hidup yang ramah lingkungan.

Saturday, June 04, 2016

Hujan Bulan Juni

(source: http://www.7stonesboracay.com)

“Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu” 
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

Monday, May 30, 2016

*Drew|

(source: http://shayari4lovers.com/)

Drew...
Hujan baru saja usai, ketika aku terpaku di pojokan kamar sore ini. Sedari tadi, tak henti-hentinya aku memandangnya. Kini, ia meninggalkan butiran air ditingkahi uap yang menempel lekat di kisi-kisi jendela kaca kamarku. Tak hanya itu, ia juga membasahi pekarangan yang beberapa bagiannya ditumbuhi bunga liar. Sementara di tanah yang lembab, jejak-jejaknya masih terasa. Basah.

Hujan sore itu memang tak lama, Drew. Palingan 30 menit saja. Namun rinainya mampu membuat diri ini tak mampu beranjak. Derapnya yang begitu riuh, memaksaku teringat kembali padamu. Teringat saat kita begitu bersemangat menanti hadirnya hujan. Teringat wajah lucumu yang menggemaskan. Tersadar akan gairahmu yang membuncah ketika tetesan pertama jatuh dan lamat-lamat berubah deras.

Tuesday, May 17, 2016

Buku-Buku Kiri, Nasibmu Kini!

(Ilustrasi buku-buku di perpustakaan. Sumber: beritagar.id)
Selasa (17/5/2015), seharusnya menjadi hari istimewa bagi para penggemar buku. Setiap 17 Mei selalu diperingati sebagai Hari Buku Nasional yang kebetulan bertepatan dengan berdirinya Perpustakaan Nasional.

Pada awalnya, peringatan Hari Buku Nasional sengaja di desain untuk mendorong minat baca masyarakat yang memang tergolong rendah. Selain itu. Peringatan Hari Buku Nasional diharapkan menjadi momen yang pas bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap buku dan menghargai para penulis.  

Sayangnya, upaya meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda menjadi kontradiktif dengan kebijakan yang ditempuh oleh Perpustakaan Nasional belakangan ini, utamanya seiring razia buku-buku beraliran kiri.

Thursday, May 12, 2016

Nenek Rauf dan “Ini Budi” yang melegenda


(Buku Belajar Membaca & Menulis. Sumber: Ist)
"Ini Budi, 
 Ini Ibu Budi, 
 Ini Bapak Budi ", 
demikian sepenggal kalimat yang tidak bisa di lupakan oleh anak-anak SD generasi 80-an, seperti saya. 

Kemarin (11/5) siang saya dikejutkan dengan kicauan di jagat twitter yang berisi ungkapan dukacita. Kabar duka itu datang dari dunia pendidikan. Perempuan yang memperkenalkan metode baca 'Ini Budi', yakni Siti Rahmani Rauf, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa malam (10/5/2016) pukul 21.20 WIB. 

Tuesday, May 10, 2016

*Nick

(sumber: /www.google.co.id/imgres)

Ngebayangin, kira-kira, saat itu, mukanya si "Nick" kayak apa ya?
Ada yang berubah, gak ya?
Ah... asli, gak bisa ngebayangin juga! Maklum, gak pintar mengkhayal.
Pintarnya baca tulisan - tulisan orang plus kasih komentar yang nylekit doang.
Hehehe...

Sunday, May 08, 2016

Ada Apa Dengan Komunisme?

(Pasca G 30 September 1965. sumber: IPHOS)
Beberapa hari terakhir, frasa “Komunis” kembali menggema di ruang-ruang warga, khususnya melalui media mainstream dan media sosial. Banyak yang ujuk-ujuk menolaknya tanpa pernah tahu akar persoalannya secara benar. Pun, ada banyak orang yang saking “alergi”nya dengan kata komunis, menganggapnya sebagai sebuah paham yang harus dijauhi. Dimusuhi karena dianggap bertentangan dengan Pancasila. Dimusnahkan, hingga hilang tak berbekas.

Mengetahui fenomena itu, iseng-iseng saya mengadakan riset kecil-kecilan, untuk mencari tahu mengapa deman anti-komunis kembali mengemuka. Mengapa banyak orang yang teriak lantang “Komunis harus dihancurkan, dibasmi hingga ke akar-akarnya”. Sudah sebegitu paranoidkah, kita, sebagai sebuah bangsa?

Tuesday, May 03, 2016

2016: 39 Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis

(Acara World Press Freedom Day di Amsterdam, Belanda, dihadiri 4 jurnalis sebagai pembicara utama, 2010. Foto : Iman D. Nugroho)
3 Mei menjadi hari paling bersejarah bagi insan pers di seluruh dunia. Pasalnya, setiap 3 Mei diperingati sebagai World Press Freedom Day (Hari Kemerdekaan Pers Internasional) yang menjadi momentum untuk mengingatkan pemerintah dan semua pihak agar menghormati pers bebas. 

AJI Indonesia dalam peringatan World Press Freedom Day 2016 kembali mengingatkan masih terjadinya kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. Sepanjang tahun ini, mulai Mei 2015-April 2016, AJI Indonesia mencatat ada 39 kasus kekerasan terhadap jurnalis dalam berbagai bentuk, mulai dari pengusiran, pengrusakan alat, hingga kekerasan fisik.

Dari 39 kasus itu, kekerasan terhadap jurnalis terbanyak dilakukan oleh warga dengan 17 kasus. Maraknya kekerasan oleh warga, merupakan efek buruk dari pembiaran yang dilakukan oleh kepolisian. Selanjutnya, 11 kasus dilakukan oleh polisi dan oleh pejabat pemerintah 8 kasus. Pelaku lainnya masing-masing satu kasus dilakukan oleh TNI, satpol PP dan pelaku tidak dikenal.  

Saturday, April 30, 2016

#AADC2 Sebuah Romantisme!

(Film #AADC2. Source: http://teraktual.co)

Jumat malam (29/4) tak ada yang berbeda di kantor. Semua berjalan normal. Seperti biasa. Kami yang kebetulan kebagian melanjutkan shift malam, mulai terjebak akut dalam rutinitas, yang jujur saja memang menjemukan.

Awalnya tak ada yang memperhatikan, ketika seorang teman mulai kasak kusuk di komputer kosong yang segera ditempatinya itu. Komputer itu berada persis di sisi kananku. Di komputer itu, ia langsung browsing ke laman berbagi video, YouTube.

Tak perlu menunggu lama, ia pun mendapatkan apa yang dicari. Full movie “Ada Apa Dengan Cinta” (AADC). Cukup dengan mengetik keyword “Apa Dengan Cinta”, maka serentetan item dengan judul serupa bermunculan. Selanjutnya, tinggal pilih satu diantaranya.

Sunday, April 24, 2016

Tragedi 65 & Nyanyian Yang Dibungkam

(Album Prison Song. Sumber: rappler.com)
Simposium Tragedi 1965 yang berlangsung 2 hari sejak Senin (18/04) dan Selasa (19/04) baru saja usai. Simposium itu digelar pemerintah bersama Komnas HAM, akademisi, dan lembaga penyintas. Simposium itu diharapkan menjadi ajang rekonsiliasi nasional, meski pendekatannya mendapat banyak pertentangan.

Ketua panitia pengarah simposium, Agus Widjojo, seperti dikutip dari media massa, berharap pendekatan sejarah akan memberikan hasil objektif berdasarkan fakta dalam rangka "pengungkapan kebenaran untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang latar belakang terjadinya Tragedi 65".

Friday, April 22, 2016

Ketika Bumi Kian Rapuh!


(Poster Hari Bumi 2016. Sumber: http://www.earthday.org/)
Peringatan Hari Bumi atau Earth Day sengaja dibuat untuk menyadarkan manusia, yang merupakan penghuni planet Bumi, untuk lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan berbagai tatanan ekologi di Bumi.

Setiap tahun, para aktivis dan pemerhati lingkungan selalu memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April. Dan tahun ini, perayaan Hari Bumi mengusung tema “Pohon untuk Bumi”, sebagaimana seruan Earth Day Network

Tema “Pohon untuk Bumi” diusung setelah menemukan fakta, bahwa Bumi telah kehilangan 15 miliar pohon setiap tahunnya. Earth Day Network, sebuah jaringan gerakan lingkungan terbesar di dunia menginginkan, kegiatan Hari Bumi mampu mendorong dilakukannya penanaman 7,8 miliar pohon, setidaknya hingga perayaan Hari Bumi tahun 2020. Harapannya, setiap orang di planet ini  bersedia menanam minimal satu batang pohon.

Wednesday, April 13, 2016

9 Perempuan Melawan, 1 Tak Peduli

)
Selasa (12/4), pukul 15.53 WIB, saya mendapat pesan terusan dari seorang teman yang aktif dalam pendampingan masyarakat Kendang, Rembang, Jawa Tengah. Teman yang kebetulan gemar melakukan penelusuran goa itu mengabarkan tentang aksi 9 perempuan yang nekad mengecor kaki mereka dengan semen sebagai bentuk protes terhadap pembangunan pabrik semen di wilayah pegunungan Kendeng Utara, Rembang, Jawa Tengah.

9 Perempuan yang mewakili suara masyarakat itu khawatir, jika rencana pembangunan pabrik semen dilanjutkan akan membelenggu nasib petani Kendeng. Selain itu, ratusan mata air yang menjadi sumber penghidupan mereka terancam hilang. Ditambah lagi, ancaman pencemaran udara akibat proses produksi semen. Sebuah neraka nyata yang bakal mereka hadapi.

Sunday, April 10, 2016

Yuk, Peduli Dugong!

(Dugong yang sempat ditangkap nelayan di P. Kokoya akhirnya dilepas. Foto: Delon Lim)

Dugong yang dikenal sebagai duyung atau lembu laut, selama ini kerap diidentikkan dengan legenda putri setengah manusia berperawakan cantik menggoda. Mitos itu tidak sepenuhnya salah, karena dugong memang memiliki kecantikan alami yang mempesona, jika kita mampu mengenalnya dengan baik.

Beberapa waktu lalu, saya dikagetkan dengan visual berdurasi 20 detik tentang seekor dugong (lembu laut) yang diikat nelayan di P. Kokoya, Morotai, Halmahera Utara. Belakangan video yang diunggah Delon Lim, seorang penyelam rekrasional lewat akun path-nya, menjadi viral. Video itu juga bermunculan di media sosial lain, semacam twitter hingga facebook, dalam waktu tak begitu lama.

Mendapat kabar itu, saya segera mencari akal untuk melakukan konfirmasi kebenarannya. Saat melihat video dugong yang mengenaskan itu, muncul rasa iba. Maklum, kerangkengnya tak terlalu luas, membuat pergerakan dugong tak leluasa. Sepertinya ia sangat tersiksa. Tentu saja, karena di bagian ekornya terdapat bekas luka. Luka yang tak akan sembuh, selama talinya tidak dilepas.

ANTARA - Lingkungan

Climate Change News - ENN