Tampilkan postingan dengan label Dialog Dini Hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dialog Dini Hari. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 08, 2016

*Selalu Ada|

 
(source: http://wefollowpics.com)
Ajari aku membaca hujan,
agar aku mampu membaca air.
Ajari Aku mendengar angin,
agar aku sanggup mendengar.
Lirih cerita dibalik bahana,
Suaramu!

*** 
“Ya, aku tahu jika aku selalu ada”

Sebagaimana yang pernah kau ungkapkan. Saat itu, di minggu pagi yang mendung. Tepat ketika hujan telah berhenti dan semburat merah menyeruak di ufuk timur. Begitu bangun, aku membuatkan minuman hangat. Coklat panas kesukaanmu.

“Ruy, bangun!”
“Nih, minumanmu sudah siap. Minumlah, mumpung masih hangat”, seruku.

Minggu, September 11, 2016

Gulagalugu, Folk Rasa Indonesia

(Ilustrasi musisi folk. Sumber: www.djarumcoklat.com)
Lihat-lihat nelayan rentang jala pukat 
Tarik-tariklah tambang... 
umpan sudah lekat 
(Ikannya melompat-lompat) 2x 
riang riaaa… 
-Gulagalugu Suara Nelayan, Leo Kristi

Beberapa hari terakhir ini, aura “Sanggar” kembali menggema, pasca terbentuknya grup Whatsapp Anggota Luar Biasa (ALB) Parintal FP USU. Jujur saja, bagi saya, aura sanggar telah lama menghilang, setidaknya sejak meninggalkannya puluhan tahun silam. Padahal, sanggar turut andil membentuk karakter saya, menjadi pribadi yang tangguh, peduli dan lebih dewasa dalam menyikapi persoalan.

Sanggar menurut KBBI daring disebut sebagai tempat untuk kegiatan seni seperti; tari, lukis, dan sebagainya. Namun bagi kami (baca: anggota Mapala Parintal FP USU), sanggar merupakan tempat berkumpul, bersenda gurau, berdialektika dan berkreasi. Sanggar juga menjadi rumah kedua. Tentu saja, karena tak terhitung banyaknya malam-malam panjang tak tentu arah yang kami habiskan disana.

Kamis, Januari 14, 2016

*Gurat Asa



Melangkah menggengam kerinduan 
Kelana jalan panjang dunia 
Jubah tlah lama ku tanggalkan 
Riang dan sunyi aku telanjang 

Seratus jurang tlah kujatuhi 
Ditikam badai hujan belati 
Seribu duka tlah ku tangisi 
Ragam cerita kusudahi 

Kuyakin lelah kan berpulang 
Dimana tangan membentang 
Mengembara mencari jalan pulang 
Mendaki rintangan 

Tapi ku takkan tumbang 
Masih ku kobarkan cinta 

Pada Hidup 
Pada Waktu Tak Berujung 
Padamu 

Berlayar diluas lautan, 
Tersesat, kandas, memberi makna
Kuyakin lelah kan berpulang 
Dimana tangan membentang 
Mengembara mencari jalan pulang 
Mendaki rintangan 

ANTARA - Lingkungan

Climate Change News - ENN