Ajari aku membaca hujan,
agar aku mampu membaca air.
agar aku mampu membaca air.
Ajari Aku mendengar
angin,
agar aku sanggup mendengar.
agar aku sanggup mendengar.
Lirih cerita dibalik
bahana,
Suaramu!
***
“Ya,
aku tahu jika aku selalu ada”
Sebagaimana
yang pernah kau ungkapkan. Saat itu, di minggu pagi yang mendung. Tepat ketika
hujan telah berhenti dan semburat merah menyeruak di ufuk timur. Begitu bangun,
aku membuatkan minuman hangat. Coklat panas kesukaanmu.
“Ruy,
bangun!”
“Nih,
minumanmu sudah siap. Minumlah, mumpung masih hangat”, seruku.
