Tuesday, July 21, 2020

Rohaniwan Tolak Omnibus Law Karena Abaikan Lingkungan Hidup dan Keadilan Sosial


Sebanyak 104 rohaniwan/ rohaniawati dari berbagai gereja menolak pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Para rohaniwan/ rohaniawati menilai jika RUU Cipta Kerja disahkan maka akan mengancam keselamatan lingkungan, mengancam ruang hidup warga.

"Juga  mengabaikan prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", tulis mereka dalam siaran persnya pada 14 Juli 2020.

Suara para para rohaniwan/rohaniawati gereja merupakan bagian dari tanggung jawab untuk mewujudkan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan (KPKC).

Sunday, July 05, 2020

Pandemi Covid-19 Dan Komitmen NDC, Persoalan Lingkungan Saat Ini

Perjanjian Iklim Paris. Foto: ist
Perjanjian Paris mewajibkan sejumlah negara menetapkan kontribusi nasional/ Nationally Determined Contribution (NDC) sebagai respons atas perubahan iklim untuk menahan laju pemanasan global di bawah 2°C bahkan menekannya sampai 1,5°C di bawah tingkat pra-industrialisasi.

Media di Indonesia​​ telah​​ meliput dampak​​ penanganan dan pencegahan​​ pandemi​​ COVID-19 bagi lingkungan hidup. Karena minimnya aktivitas di luar ruangan mengakibatkan turunnya emisi gas rumah kaca di udara​​ yang​​ dianggap​​ memperlambat terjadinya perubahan iklim.​​

Opini bahwa​​ pandemi​​ merupakan cara Bumi untuk beristirahat dan memulihkan diri, juga beredar luas di masyarakat.​​ Hanya saja,hal itu bukan untuk​​ dirayakan,​​ mengingat​​ COVID-19 telah​​ memunculkan 11.382.890 kasus dengan angka kematian mencapai 533.473 jiwa hingga 5 Juli 2020.

Di sisi lain, perubahan iklim merupakan ketidakadilan global terbesar di dunia. Negara-negara yang mengeluarkan emisi paling banyak di masa lalu (negara-negara maju) menjadi lebih tahan dan mudah beradaptasi dengan dampak perubahan iklim. Sementara negara-negara yang mengeluarkan emisi lebih​​ sedikit (negara berkembang) menjadi pihak yang paling rentan terhadap perubahan iklim.​​

ANTARA - Lingkungan

Climate Change News - ENN