 |
| (Pohon tua. Source: https://upload.wikimedia.org) |
"bebatuan akar belukar,
dan debu yang terbang liar,
badan pohon tua bersandar,
tandus bukit tak bernama,
isak tangis cakrawala,
tanganmu enggan menyentuhnya"
...
Beberapa hari terakhir, keinginan untuk menulis sepertinya terus membuncah. Tapi nulis apa ya? Hingga detik-detik terakhir, tetap gak ada ide. Kebayang dunk? Mau nulis, tapi gak tahu harus menulis tentang apa? Namun uniknya, energi potensial yang tersimpan betul-betul sudah memuncak. Bak menunggu waktu. Tinggal meledak, jadilah ia energi kinetik. Energi yang siap menggerakkan dan digerakkan untuk tujuan tertentu.
Kondisi seperti itu betul-betul menyiksa, kawan. Sebuah keadaan kontradiktif. Bertentangan satu dengan lainnya. Gak jelas. Kondisi yang sejatinya jarang terjadi. Satu sisi ingin menulis, namun di sisi lainnya, bingung mau memulai dari mana? Bingung idenya tentang apa? Bingung harus membahas topik apa? Padahal sebelumnya, jika terbersit ide, maka dengan gampang saya menuliskannya. Mengalir begitu saja. Namun kali ini, tidak. Serasa sulit. Bukan serasa lagi, tapi benar-benar sulit. Hiks!