![]() |
| (Ilustrasi. Sumber: http://media.salemwebnetwork.com) |
"Kami khawatir bila aksi persekusi ini dibiarkan terus-menerus maka akan menjadi ancaman serius pada demokrasi,"
--Damar Juniarto, Regional Coordinator SAFEnet
Sabtu malam, 28 Mei 2017, menjadi peristiwa yang tak akan bisa dilupakan oleh Putra Mario Alfian, pelajar berusia 15 tahun. Momen itu sangat mengerikan, karena Mario mengalami persekusi, dilakukan oleh 100 orang yang mendatangi rumahnya di daerah Cipinang Muara, Jakarta Timur. Ia telah menjadi target setidaknya sejak 26 Mei 2017.
Persekusi yang dialami Mario jika merunut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas.
