![]() |
| (logo Sinar Harapan. Foto: http://siva-id.jsstatic.com) |
Akhir minggu kemarin, dua grup yang saya ikuti, yang masing-masing terdiri dari komunitas yang berbeda, tiba-tiba membagikan surat elektronik tentang berhenti terbitnya harian Sinar Harapan, sebuah koran sore yang terkenal di Jakarta. Surat elektronik yang dibagikan persis sama .
Oh ya, di Jakarta sendiri, tak banyak koran yang berani memutuskan untuk terbit pada sore hari. Pasalnya, mereka harus mampu menghadirkan info-info terbaru di halaman mukanya. Seingat saya, kompetitornya Sinar Harapan hanya Suara Pembaruan (SP). Uniknya, meski sesama kompetitor, banyak reporter Sinar Harapan yang berteman baik dengan reporter SP di lapangan. Alasannya, karena memiliki genre terbit yang sama dan demi mendapatkan asupan berita terkini.
Meski tak secara spesifik menyebutkan nama, surat elektronik yang berakhir viral itu dibenarkan oleh teman reporter asal Sinar Harapan. Menurut teman itu, ia telah siap dengan kemungkinan terburuk.
