Tampilkan postingan dengan label Kepulauan Seribu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepulauan Seribu. Tampilkan semua postingan

Jumat, Oktober 23, 2015

What..., Reklamasi di Kepulauan Seribu?



(Rencana Reklamasi Teluk Jakarta. Sumber: http://www.dutchwatersector.com)

Beberapa waktu lalu seorang sahabat mengirimkan link berita tentang Kepulaun Seribu lewat Whatsapp. Link itu berkisah tentang rencana Pemerintah DKI yang ingin menyulap Kepulauan Seribu menjadi salah satu lokasi wisata andalan Jakarta. 

Sebagai seorang pengunjung yang sering bolak balik ke Kepulauan Seribu, link berita itu sangat menggoda. Maklum, saya belum tahu dan belum pernah dengar seperti apa konsep yang ditawarkan oleh Pemprov DKI terkait hal itu. Sementara di sisi lain, para aktivis lingkungan telah melakukan banyak kegiatan di Kepulauan Seribu sebagai bagian dari konservasi sumberdaya alam dan peningkatan kapasitas penduduk yang selama ini terkesan agak terpinggirkan.

Balik lagi, di link berita itu disebutkan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok siap membantu pemerintah pusat agar fokus pada pembangunan destinasi wisata kepulauan. Dan Kepulauan Seribu akan disulap menjadi salah satu destinasi wisata andalan Jakarta. ‎Mirip-mirip Maladewa.

Rabu, Juli 31, 2013

Mengintip Keindahan Pulau Pari

...
Dari kejauhan mulai tampak bentuk pulau itu. Luasnya kurang lebih 42 Hektar, dengan jumlah penduduk hanya 700 jiwa. Bagian terluar pulau dipenuhi dengan pepohon seperti cemara dan kelapa, sementara diantaranya tampak rumah-rumah mungil penduduk. Tak heran jika dari jauh, pulau ini terlihat hijau.

Foto bersama di depan gapura P. Pari
Semakin dekat, sebentuk benda panjang menjorok kelaut segera menyapa. Benda itu adalah dermaga Pulau Pari dengan panjang kurang lebih 100 m. Tak jauh dari dermaga itu terdapat gapura yang bertuliskan “Selamat Datang di Pulau Pari”.  Pertanda bahwa kami telah tiba di Pulau Pari, salah satu pulau berpenghuni di gugusan Kepulauan Seribu.

Sekeliling tampak riuh siang itu. Ratusan penumpang berebut turun dari kapal KM. Krapu yang kami tumpangi dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Maklum, teriknya mentari yang seakan membakar kulit, membuat banyak orang enggan berlama-lama di dalam kapal.

ANTARA - Lingkungan

Climate Change News - ENN