Tampilkan postingan dengan label Pewarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pewarta. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 25, 2017

Standar Kompetensi Wujudkan Wartawan Profesional

(source: www.nyfa.edu)
“When journalism is silenced, literature must speak. Because while journalism speaks with facts, literature speaks with truth.” 
― Seno Gumira Ajidarma

Wartawan merupakan salah satu profesi unik yang pernah ada. Unik, karena menjadi wartawan  tidak mudah. Dibutuhkan lebih dari sekedar kemampuan akademis yang baik. Karena menjadi wartawan sangat didasarkan atas keinginan dan niat yang kuat untuk selalu berpihak kepada kepentingan publik.

Dengan kata lain, wartawan juga merupakan seorang profesional, seperti halnya dokter, pilot, guru, atau pengacara. Secara umum, pekerjaan bisa disebut sebagai profesi jika memiliki 4 kriteria, yakni: memiliki kebebasan dalam bekerja, memiliki panggilan dan keterikatan dengan pekerjaan, memiliki keahlian (expertise) dan memiliki tanggung jawab yang terikat pada kode etik pekerjaan. Dan jika mengacu pada kriteria tersebut, wartawan memenuhi keempat kriteria 'profesional' tersebut.

Senin, September 21, 2015

*tentang Pewarta


(Ilustrasi: kerja-kerja jurnalistik, Sumber: www.pakistantoday.com.pk)

“Journalism can never be silent: That is its greatest virtue and its greatest fault. It must speak, and speak immediately, while the echoes of wonder, the claims of triumph and the signs of horror are still in the air.”
– Henry Anatole Grunwald

Alfian (28), wartawan sebuah portal berita nasional tak pernah surut dalam bekerja, meski honor bulan kemarin tak kunjung tiba. Sebagai bentuk tanggungjawab terhadap publik, ia selalu rajin mengirimkan laporannya ke kantor pusat di Jakarta.

Biasanya, ketika selesai melakukan wawancara dengan narasumber, ia bergerak menuju warung kopi Sekber Jurnalis, di Banda Aceh. Di warung yang memberikan layanan wifi gratis itu, Alfian bersama jurnalis --yang kurang beruntung-- akan menyelesaikan kerja-kerja jurnalistik mereka. Kurang beruntung, karena mereka tidak dibekali dengan modem wifi, seperti kebanyakan wartawan media-media besar lainnya.

Sembilan tahun menjadi wartawan, ternyata tak jadi jaminan memperoleh penghasilan yang lebih baik. Pasalnya, karir jurnalistiknya banyak dilalui tanpa ikatan kontrak yang jelas. 

ANTARA - Lingkungan

Climate Change News - ENN