Minggu, November 08, 2015

*Homo Anjing???


(Ilustrasi Foto: Pemandangan di Alun-Alun Suryakencana. Foto: jacko agun)

Seminggu lalu, di sebuah punggungan, kami bertemu kembali. Saat itu, ia dalam pendakian solo menuju puncak 1803, sementara saya mengarah ke puncak sebelahnya (baca: puncak 1878) bersama beberapa orang junioren. Kedua puncak itu letaknya bersebelahan, hanya dipisahkan oleh sadel (pertemuan dua titik pada satu punggungan) berukuran kecil. Biasanya sadel jadi tempat beristirahat sebelum melakukan summit attack atau pendakian ke puncak dengan tempo cepat.

Pertemuan kami sejatinya tanpa disengaja. Pagi itu, setelah berjalan 40 menit dari pintu rimba, saya tiba di pos I, di ketinggian 756 mdpl. Saat itu, ia sedang rehat, bersandar di batang pohon Altingia Excelsa, sembari memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan panjang.

Selasa, November 03, 2015

November Rain, It's Really Happen!

(sumber: http://globe-views.com)
November rain washed away may guilt.
November  rain washed away my pain.
November rain, so tired i felt.
November rain was not just any rain.
-- Amy Philip 

Malam hari, 2 November 2015, saya masih di kantor, sok sibuk dengan rutinas harian, ketika seorang teman di studio berkomentar tentang hujan dikawasan Cibubur, Jakarta Timur. Mendapat kabar itu, saya langsung berseru: "Thanks God!", meskipun belum tahu, kapan pastinya hujan akan menyeberang merata hingga Jakarta Selatan.

Sementara itu, ketika melirik media sosial lewat smartphone, rata-rata postingan teman bertema tentang hujan di bulan November. November Rain, istilahnya, merujuk pada judul lagu milik band legendaris Guns n' Roses. Dan hujan pertama di musim ini, betul-betul jatuh di bulan November. Apakah sebuah kebetulan? No comment. Yang pasti kesan serunya begitu terasa.

Hujan lebat disambut warga Jakarta dengan antusias, tak terkecuali dengan saya. Karena kemarau panjang telah membuat banyak sumur kehabisan air dan banyak tanaman mati.

Jujur, dalam 2 bulan terakhir, saya tersiksa dengan keterbatasan air di rumah. Air yang dimaksud adalah air untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci dan kakus. Setiap hari, saya harus rela menunggu air tanah yang ada di sumur pompa kembali terisi, sebelum diisap oleh mesin bermerk "Dab". Kondisi itu membuat saya berada pada situasi 'harap-harap cemas'. 

Rabu, Oktober 28, 2015

Tersesat Di Geger Bentang


(Puncak Gn. Pangrango dilihat dari puncak Gn. Gede. Foto: http://1.bp.blogspot.com)

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi.
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada.
Hutanmu adalah misteri segala.
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta.
Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi kau datang kembali.
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua.
- Soe Hok Gie, Mandalawangi - Pangrango

Kemarin malam, seorang teman di grup whatsapp berceloteh tentang 4 pendaki yang hilang di Gunung Pangrango, Jawa Barat. Teman yang kebetulan anggota Wanadri itu mengabarkan jika dibutuhkan, tim rescue dari Wanadri akan berangkat untuk melakukan pencarian para pendaki itu.

Dari informasi yang beredar, diketahui keempat pendaki asal Jakarta itu ternyata masuk lewat jalur Geger Bentang. Geger Bentang merupakan rute masuk ke Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP) melalui perbukitan Geger Bentang. Posisinya bersebelahan dengan rute resmi memasuki TNGP.

Selain itu, Geger Bentang merupakan salah satu jalur istimewa di kawasan TNGP. Dikatakan istimewa, karena jalur itu biasanya digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu saja, seperti pendidikan dasar pecinta alam atau sekolah mendaki gunung.

Sabtu, Oktober 24, 2015

*and I Love Her


(source: http://buzzghana.com)


She's a whistle on the wind
A feather on the breeze
A ripple on the stream
She is sunlight on the sea
She's a soft summer rain
Falling gently through the trees
And I love her

She's cunning as a fox
Clever as a crow
Solid as a rock
She is stubborn as a stone
Shes a hardheaded woman
And the best one that I know 
And I love her
Yeah well I love her

She's as new as the springtime,
Strong as autumn blows
Warm as the summer
And soft as the snow
She's a thousand miles from here
But she's everywhere I go
Cuz I love her

She loves me like a woman
She looks like a lady
She laughs like a child
And cries like a baby
I think that maybe she's the one that's gonna save me








*Passenger


Jumat, Oktober 23, 2015

What..., Reklamasi di Kepulauan Seribu?



(Rencana Reklamasi Teluk Jakarta. Sumber: http://www.dutchwatersector.com)

Beberapa waktu lalu seorang sahabat mengirimkan link berita tentang Kepulaun Seribu lewat Whatsapp. Link itu berkisah tentang rencana Pemerintah DKI yang ingin menyulap Kepulauan Seribu menjadi salah satu lokasi wisata andalan Jakarta. 

Sebagai seorang pengunjung yang sering bolak balik ke Kepulauan Seribu, link berita itu sangat menggoda. Maklum, saya belum tahu dan belum pernah dengar seperti apa konsep yang ditawarkan oleh Pemprov DKI terkait hal itu. Sementara di sisi lain, para aktivis lingkungan telah melakukan banyak kegiatan di Kepulauan Seribu sebagai bagian dari konservasi sumberdaya alam dan peningkatan kapasitas penduduk yang selama ini terkesan agak terpinggirkan.

Balik lagi, di link berita itu disebutkan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok siap membantu pemerintah pusat agar fokus pada pembangunan destinasi wisata kepulauan. Dan Kepulauan Seribu akan disulap menjadi salah satu destinasi wisata andalan Jakarta. ‎Mirip-mirip Maladewa.

ANTARA - Lingkungan

Climate Change News - ENN