![]() |
| (Ilustrasi Foto: Pemandangan di Alun-Alun Suryakencana. Foto: jacko agun) |
Seminggu lalu, di sebuah punggungan, kami bertemu kembali. Saat itu, ia dalam pendakian solo menuju puncak 1803, sementara saya mengarah ke puncak sebelahnya (baca: puncak 1878) bersama beberapa orang junioren. Kedua puncak itu letaknya bersebelahan, hanya dipisahkan oleh sadel (pertemuan dua titik pada satu punggungan) berukuran kecil. Biasanya sadel jadi tempat beristirahat sebelum melakukan summit attack atau pendakian ke puncak dengan tempo cepat.
Pertemuan kami sejatinya tanpa disengaja. Pagi itu, setelah berjalan 40 menit dari pintu rimba, saya tiba di pos I, di ketinggian 756 mdpl. Saat itu, ia sedang rehat, bersandar di batang pohon Altingia Excelsa, sembari memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan panjang.
Pertemuan kami sejatinya tanpa disengaja. Pagi itu, setelah berjalan 40 menit dari pintu rimba, saya tiba di pos I, di ketinggian 756 mdpl. Saat itu, ia sedang rehat, bersandar di batang pohon Altingia Excelsa, sembari memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan panjang.




