Selasa, November 17, 2015

Festival Media 2015: Cerdas Memilih Media!

(Festival Media 2015 dimeriahkan dengan beragam kegiatan. Foto: jacko agun)
Untuk keempat kalinya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kembali menggelar kegiatan tahunan, “Festival Media” sebagai rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun AJI ke-21. Festival media tahun ini mengangkat tema; "Cerdas Memilih Media". 

Minggu siang (15/11) saya berkesempatan mengunjungi acara Festival Media 2015 yang diadakan oleh AJI di Universitas Atmajaya, terletak di Jalan Jenderal Sudirman No. 51, Jakarta. Acara itu sendiri telah digelar sejak Sabtu, 14 November 2015.

Ketika bertandang kesana, beberapa acara sedang berlangsung secara paralel. Berhubung bukan panitia, saya lebih leluasa berkeliling dari satu stan ke stan lainnya, khusus untuk mengintip kemeriahaanya. Sementara itu, rekan-rekan panitia sibuk mengawal beragam acara tersebut.

Minggu, November 15, 2015

Night Bazaar


(Mari ke Night Bazaar)
I have been a witness, and these pictures are my testimony
The events i have recorded should not be forgotten and must not be repeated
 -- James Nachtwey
...
Malam pukul 19.30 WIB, saya ijin keluar, setelah sebelumnya sempat mengintip keramaian yang terjadi di jalan utama, tak jauh dari rumah kami. Yup, jalan utama itu kini disulap menjadi arena night bazaar. Akibatnya, setiap pengendara yang hendak lewat terpaksa memutar ke arah lain. 

Berbekal kamera pocket digital saya memulai kegiatan yang sebenarnya sudah lama tidak saya lakukan. Hunting foto. Dengan bersemangat, saya berniat mendokumentasikan kegiatan yang selalu diadakan pada akhir minggu kedua setiap bulan itu. Harapannya, dapat beberapa frame foto yang bercerita tentang kemeriahan night bazaar. 

Jumat, November 13, 2015

*Indie



(foto ilustrasi. Source: https://thumbnail.mixcloud.com)

Mendapatkan Dalet (baca: komputer canggih untuk keperluan broadcasting) di jam-jam sibuk seperti malam tadi, rasanya sesuatu banget. Lalu setelahnya, tinggal menghanyutkan diri dengan rutinitas semu. Semu, karena kegiatan itu tak lebih dari bunga-bunga kehidupan. Patut dijalani tanpa memaki. Pun kudu disyukuri.

Menghanyutkan diri, sejatinya istilah saja. Menurut saya, yang lebih pas adalah menenggelamkan diri atau tenggelam lebih dalam. Yup, tenggelam memang serasa tepat. Bukan karena saya gemar menyelam, tapi sepertinya pas untuk menyerap makna dalam arti yang sesungguhnya.

Rabu, November 11, 2015

2016, Sinar Harapan Tutup Usia


(logo Sinar Harapan. Foto: http://siva-id.jsstatic.com)

Akhir minggu kemarin, dua grup yang saya ikuti, yang masing-masing terdiri dari komunitas yang berbeda, tiba-tiba membagikan surat elektronik tentang berhenti terbitnya harian Sinar Harapan, sebuah koran sore yang terkenal di Jakarta. Surat elektronik yang dibagikan persis sama .

Oh ya, di Jakarta sendiri, tak banyak koran yang berani memutuskan untuk terbit pada sore hari. Pasalnya, mereka harus mampu menghadirkan info-info terbaru di halaman mukanya. Seingat saya, kompetitornya Sinar Harapan hanya Suara Pembaruan (SP). Uniknya, meski sesama kompetitor, banyak reporter Sinar Harapan yang berteman baik dengan reporter SP di lapangan. Alasannya, karena memiliki genre terbit yang sama dan demi mendapatkan asupan berita terkini.

Meski tak secara spesifik menyebutkan nama, surat elektronik yang berakhir viral itu dibenarkan oleh teman reporter asal Sinar Harapan. Menurut teman itu, ia telah siap dengan kemungkinan terburuk.

Selasa, November 10, 2015

20 Persen Bentang Alam Berpotensi Rusak



Studi terbaru University of Minnesota Institute on Environment dan Department of Geography at McGill University, didukung The Nature Conservancy (TNC) menunjukkan tidak ada sektor penggerak tunggal yang berpotensi melakukan degradasi bentang alam di muka Bumi. Dipastikan, pembangungan sektor pertanian, pertambangan, dan energi merupakan tiga sektor utama pendukung peningkatan resiko yang berpotensi mempengaruhi 20 persen dari total bentang alam yang tersisa.

Studi dua universitas ternama itu menggarisbawahi adanya kebutuhan akan perencanaan mitigasi pada tingkatan bentang alam secara proaktif demi mendukung  tercapainya keseimbangan antara tujuan-tujuan pembangunan dan konservasi. 

ANTARA - Lingkungan

Climate Change News - ENN